Penyusunan lk 2017 djbc
1. Kanwil DJBC Jatim 2
2. KPPBC Tanjung Priok
3. Kanwil DJBC Ambon
Terdapat minus pada BMN yang digunakan kembali agar menjadi objek revaluasi. Transaksi penggunaan kembali ini memicu penyusutan masih muncul di aset yang dihentikan sehingga terjadi minus. Untuk mengantisipasi hal ini, maka dilakukan input ulang transaksi revaluasi dan penggunaan kembali di aplikasi versi 17.2.
5. Perbaikan transaksi revaluasi untuk tindak lanjut BMN tidak diketemukan
Sebagai tindak lanjut BMN yang tidak diketemukan hasil revaluasi, setelah identifikasi dilakukan oleh satker, dilakukan perbaikan transaksi simak bmn untuk beberapa satker. Koreksi yang dilakukan hanya untuk satker yang selain barang tidak diketemukan secara fisik.
6.
Laporan Kondisi Barang (LKB) yang selama ini dijadikan salah satu acuan untuk pengusulan penetapan status penggunaan ternyata tidak mencerminkan nilai aset sebenarnya. Permasalahan yang timbul adalah nilai bmn setelah adanya input transaksi revaluasi menjadi minus. Hal ini menjadi kendala ketika akan mengusulkan PSP yang memerlukan referensi informasi tersebut. Setelah dilakukan penelusuran, pada item aset dimaksud, secara transaksi dan penyajian di laporan barang intrakomptabel sudah mencerminkan nilai sebenarnya. Hal ini ditengarai adanya error dalam reporting LKB sehingga tidak bisa lagi menjadi acuan nilai riil sebenarnya. Secara perbaikan sistem lebih tepat ditjen perbendaharaan yang melakukan secara komprehensif. Sementara itu, untuk mendapatkan nilai aset sebenarnya per item untuk BMN yang direvaluasi dapat digunakan menu KIB dan Catatan Mutasi Perubahan (CMP)
2. KPPBC Tanjung Priok
Masih muncul nilai persediaan belum diregister pada aplikasi saiba. Secara umum persediaan belum diregister di aplikasi saiba muncul karena terdapat realisasi belanja di saiba mencari tandingannya pada transaksi aset yang diinput dari aplikasi Simak BMN. Identifikasi dilakukan dengan perolehan persediaan yaitu pengecekan transaksi pembelian. Dari pengecekan transaksi ini, tidak diketemukan perbedaan input antara belanja dan transaksi pembelian persediaan. Identifikasi selanjutnya terkait pengecekan jurnal kirim dan diketemukan "null." Penelusuran dilakukan pada jenis barang, tanggal input dan versi aplikasi yang digunakan. Beberapa case terjadi karena adanya referensi aplikasi yang belum update sehingga perlu dilakukan update referensi dan aplikasi secara berurutan mulai dari versi 16. Selanjutnya batal terima di aplikasi saiba dan simaknya kemudian proses terima di simak dan saiba bln ke 12 saja.
KDP di neraca simak dan saiba tidak sama
Pada aplikasi saiba, nilai KDP sudah nol karena sudah selesaikan menjadi aset tetap definitif. Namun, neraca BMN pada aplikasi saiba masih menyajikan nilai KDP yang belum didefinitifkan. Setelah ditelusuri ditemukan transaksi penyelesaian KDP yang tidak mengangkut angka KDP menjadi aset definitif. Hal ini diindikasikan terjadi karena input penyelesaian KDP secara langsung, tidak satu persatu. Setelah dilakukan input ulang penyelesaian KDP satu persatu maka nilai KDP sudah berpindah ke aset definitifnya.
3. Kanwil DJBC Ambon
Simak BMN tidak bisa terima file persediaan di bulan 12 dan muncul persediaan belum diregister pada aplikasi saiba.Treatment untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan melakukan input ulang pada aplikasi persediaan dan diterima di aplikasi simak bmn dan saiba.
4. Kanwil DJBC Nusa Tenggara dan Bali
KPPBC Ngurah Rai:
Terdapat minus pada BMN yang diusulkan rusak berat ke pengelola. setelah ditelusuri transasksinya terdapat penggunaan kembali BMN untuk mengubah kondisi menjadi rusak berat sehingga muncul dalam daftar barang yang diusulkan rusak berat ke pengelola. Secara konsep hal ini tidak perlu dilakukan karena memang daftar bmn yang rusak berat yang dapat diusulkan ke pengelola barang. Untuk memperbaiki hal ini,cukup dihapus transaksi usul rusak berat dan penggunaan kembali yang dilakukan pada semester 2 tahun 2017.
KPPBC SumbawaTerdapat minus pada BMN yang diusulkan rusak berat ke pengelola. setelah ditelusuri transasksinya terdapat penggunaan kembali BMN untuk mengubah kondisi menjadi rusak berat sehingga muncul dalam daftar barang yang diusulkan rusak berat ke pengelola. Secara konsep hal ini tidak perlu dilakukan karena memang daftar bmn yang rusak berat yang dapat diusulkan ke pengelola barang. Untuk memperbaiki hal ini,cukup dihapus transaksi usul rusak berat dan penggunaan kembali yang dilakukan pada semester 2 tahun 2017.
Terdapat minus pada BMN yang digunakan kembali agar menjadi objek revaluasi. Transaksi penggunaan kembali ini memicu penyusutan masih muncul di aset yang dihentikan sehingga terjadi minus. Untuk mengantisipasi hal ini, maka dilakukan input ulang transaksi revaluasi dan penggunaan kembali di aplikasi versi 17.2.
5. Perbaikan transaksi revaluasi untuk tindak lanjut BMN tidak diketemukan
Sebagai tindak lanjut BMN yang tidak diketemukan hasil revaluasi, setelah identifikasi dilakukan oleh satker, dilakukan perbaikan transaksi simak bmn untuk beberapa satker. Koreksi yang dilakukan hanya untuk satker yang selain barang tidak diketemukan secara fisik.
6.
Comments
Post a Comment